Langsung ke konten utama

Puisi Tema Cinta

JIKA CINTA...
Cipt. Rahma Bintang Pratama


Tuhan... Kaulah ilahi...
Hamba... Akulah abdi...
Dimana? Dimanakah Nur?

Sang Hyang Widhi... Kaulah sang maha cinta...
Tak sanggupkah abdi ini dimata gusti
Hingga pun cinta tak bisa digenggam hati

Hendakkanlah daku merasakan cinta
Agar tiadalah memuja sang angan-angan saja
Hai maha pencipta...

Sudikah engkau menjawab keraguan hamba
Tentang sulitnya menggenggam rasa
Yang tak kunjung nampak di mata

Jika cinta berada di hati
Mengapa tiada bisa kunjungi
Dalam sosok berwujud diri

Hamba tak rela berduka
Menangis-nangis nestapa
Renungkan belahan jiwa

Jika cinta adalah fana
Mengapalah terasa nyata
Perasaan yang selalu bertanya

Abdi tak ingin sendiri
Menjalankan kodrat dari ilahi
Hingga sampai dikubur nanti

Jika cinta ada pada gusti
Mengapa dikau tak kunjung memberi
Sedang hati tiada berisi

Mungkinkah cinta itu tiada
Mungkinkah cinta itu sirna
Mungkinkah cinta itu angan-angan belaka

Sang pemuja sudah tak kuasa
Dengan perih hati yang melanda
Menunggu sang kekasih tiba

Sang Hyang Widhi... Allah... Sang ilahi...
Senantiasa hati ini meminta, tapi tak kunjung mendapatkannya
Kabulkanlah do'a hamba... 

Tibalah wahai sang cinta...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Definisi Rindu

DEFINISI RINDU Cipt. Rahma Bintang Pratama Aku... Yang kini tak bisa lagi memandangmu Haruskah kusalahkan waktu Waktu yang tak kunjung menjadwalkan pertemuan kita Mungkin tiada bagiku sebuah takdir Takdir yang menuliskan kebersamaan kita Dan angin pun tak berpihak padaku Mengapa rinduku tak sampai kepadamu Kamu... Mungkinkah telah melupakanku Apakah jarak adalah musuhku atau temanku Dia seperti tembok penghalang antara dirimu dan aku Tetapi dia menjadi jembatan do’aku padamu Apakah semua itu namanya rindu? Bulan oh bulan... Kami memandang langit yang sama Cerminkanlah wajahnya lewat sinarmu itu Selalu kumemandang angkasa Berharap dapat melihat dirinya Apakah aku gila Tidak... inilah rindu...

Mimpi sebagai target cinta

Jodoh di telapak tangan Cipt. Rahma Bintang Pratama Wahai pengejar... Cukup, hentikan langkahmu saat ini Tak usahlah tanganmu menggapai hati Air matamu... Cukup, hentikan alirannya saat ini Tak usahlah aliran air menggapai pipi Wahai pemuja... Dunia pun tau elok parasmu Kau pikir mataku ini buta Kau ungkapkan rasa Kau pikir hatiku tak peka Derai rambut nan hitam itu Kau pikir aku tidak suka Hatimu ku taruh pada telapak tangan Kutahu kau telah terikat pada seorang lelaki Yang tak lain adalah aku Hei... Langkahmu mahal Hatimu mahal Rambutmu mahal Janganlah kau sia-siakan Mimpimu tak setinggi langit tak jadi masalah Yang terpenting kau berusaha Jauhilah aku... Agar kau mengerti Maafkan aku wahai pemuja Kuingin kau jadi pemuda

CURHATAN CINTA PADA TUHAN

CURHATAN CINTA PADA TUHAN Cipt. Rahma Bintang Pratama Hai Fajar... Anugerah Tuhan apa yang telah diberikan kepadamu Sang Maha Kuasa melimpahkan kuasa atasmu Hingga mampu membangunkanku dari mimpi yang belum berlalu Kala itu... Inikah saatnya... Hatiku gemetar mendengar dengung kesucian dari seorang lelaki Haruskah aku berangkat? Dinginnya air yang menyucikan diriku Hingga pun kulit ini berkeriput Tuhan, sekali pun aku tak akan mengabaikanmu Karena kutahu kau pun tak mungkin mengabaikanku Kini hatiku bersamamu Kurenungkan dosa pada diri hingga aku malu meminta darimu Pantaskah aku? Seorang raga yang telah mengotori jiwanya Tapi kusadari keagungan dirimu Wahai Sang Maha Pengampun Tanganku bersimpuh di depan dada Hatiku menghadapmu seraya berkata Alangkah indahnya jikalau engkau memberi hamba seorang kekasih Harapku pada Ilahi Hai Pagi... Kau yang telah membawakan mentari Kau juga yang membawakan harapan akan mimpi Akankah itu terwujud hari ini? Langk...