Langsung ke konten utama

Definisi Rindu

DEFINISI RINDU
Cipt. Rahma Bintang Pratama


Aku...
Yang kini tak bisa lagi memandangmu
Haruskah kusalahkan waktu
Waktu yang tak kunjung menjadwalkan pertemuan kita
Mungkin tiada bagiku sebuah takdir
Takdir yang menuliskan kebersamaan kita
Dan angin pun tak berpihak padaku
Mengapa rinduku tak sampai kepadamu


Kamu...
Mungkinkah telah melupakanku
Apakah jarak adalah musuhku atau temanku
Dia seperti tembok penghalang antara dirimu dan aku
Tetapi dia menjadi jembatan do’aku padamu
Apakah semua itu namanya rindu?


Bulan oh bulan...
Kami memandang langit yang sama
Cerminkanlah wajahnya lewat sinarmu itu
Selalu kumemandang angkasa
Berharap dapat melihat dirinya
Apakah aku gila
Tidak... inilah rindu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi sebagai target cinta

Jodoh di telapak tangan Cipt. Rahma Bintang Pratama Wahai pengejar... Cukup, hentikan langkahmu saat ini Tak usahlah tanganmu menggapai hati Air matamu... Cukup, hentikan alirannya saat ini Tak usahlah aliran air menggapai pipi Wahai pemuja... Dunia pun tau elok parasmu Kau pikir mataku ini buta Kau ungkapkan rasa Kau pikir hatiku tak peka Derai rambut nan hitam itu Kau pikir aku tidak suka Hatimu ku taruh pada telapak tangan Kutahu kau telah terikat pada seorang lelaki Yang tak lain adalah aku Hei... Langkahmu mahal Hatimu mahal Rambutmu mahal Janganlah kau sia-siakan Mimpimu tak setinggi langit tak jadi masalah Yang terpenting kau berusaha Jauhilah aku... Agar kau mengerti Maafkan aku wahai pemuja Kuingin kau jadi pemuda

CURHATAN CINTA PADA TUHAN

CURHATAN CINTA PADA TUHAN Cipt. Rahma Bintang Pratama Hai Fajar... Anugerah Tuhan apa yang telah diberikan kepadamu Sang Maha Kuasa melimpahkan kuasa atasmu Hingga mampu membangunkanku dari mimpi yang belum berlalu Kala itu... Inikah saatnya... Hatiku gemetar mendengar dengung kesucian dari seorang lelaki Haruskah aku berangkat? Dinginnya air yang menyucikan diriku Hingga pun kulit ini berkeriput Tuhan, sekali pun aku tak akan mengabaikanmu Karena kutahu kau pun tak mungkin mengabaikanku Kini hatiku bersamamu Kurenungkan dosa pada diri hingga aku malu meminta darimu Pantaskah aku? Seorang raga yang telah mengotori jiwanya Tapi kusadari keagungan dirimu Wahai Sang Maha Pengampun Tanganku bersimpuh di depan dada Hatiku menghadapmu seraya berkata Alangkah indahnya jikalau engkau memberi hamba seorang kekasih Harapku pada Ilahi Hai Pagi... Kau yang telah membawakan mentari Kau juga yang membawakan harapan akan mimpi Akankah itu terwujud hari ini? Langk...