Langsung ke konten utama

Mimpi sebagai target cinta

Jodoh di telapak tangan
Cipt. Rahma Bintang Pratama


Wahai pengejar...
Cukup, hentikan langkahmu saat ini
Tak usahlah tanganmu menggapai hati

Air matamu...
Cukup, hentikan alirannya saat ini
Tak usahlah aliran air menggapai pipi

Wahai pemuja...
Dunia pun tau elok parasmu
Kau pikir mataku ini buta

Kau ungkapkan rasa
Kau pikir hatiku tak peka

Derai rambut nan hitam itu
Kau pikir aku tidak suka

Hatimu ku taruh pada telapak tangan
Kutahu kau telah terikat pada seorang lelaki
Yang tak lain adalah aku

Hei...
Langkahmu mahal
Hatimu mahal
Rambutmu mahal

Janganlah kau sia-siakan

Mimpimu tak setinggi langit tak jadi masalah
Yang terpenting kau berusaha

Jauhilah aku...
Agar kau mengerti

Maafkan aku wahai pemuja
Kuingin kau jadi pemuda

Komentar